Menghadapi Trust Issue: Menyembuhkan Diri Setelah Pengkhianatan
- Yoga Aditiya
- 27 Sep 2025
- 3 menit membaca

Setiap orang bisa mengalami trust issue, rasa sulit untuk percaya kembali setelah dikecewakan, dikhianati, atau memiliki luka emosional lainnya. Pengalaman-pengalaman ini dapat membekas sangat lama, mempengaruhi bagaimana kita berhubungan dengan diri sendiri maupun dengan orang lain. Menyembuhkan trust issue bukan proses yang mudah, tetapi sangat mungkin dilakukan dengan langkah-langkah yang sadar dan penuh empati terhadap diri sendiri.
Apa itu trust issue?
Trust issue (masalah kepercayaan) adalah kondisi ketika seseorang kesulitan mempercayai orang lain (atau kadang dirinya sendiri) karena luka atau pengalaman masa lalu. Ini bisa muncul dalam berbagai bentuk:
Kesulitan membuka hati dalam hubungan pribadi
Selalu curiga atau overthinking terhadap tindakan orang lain
Menghindari kedekatan emosional agar tidak mudah terluka
Kesulitan mempercayai pemberi janji untuk tetap konsisten
Trust issue bukan karena kelemahan, melainkan respon adaptif terhadap rasa sakit atau trauma yang belum sepenuhnya diatasi.
Tanda Ketika Trust Issue Mulai Mengganggu
Tanda Belum Pulih:
Selalu merasa curiga, yakin orang akan mengkhianati suatu saat nanti
Sangat mudah tersakiti kecil atau remeh
Sulit percaya bahwa orang punya niat baik
Mencari jaminan atau bukti terus-menerus
Menjaga jarak emosional bahkan dengan orang- orang yang peduli
Tanda Mulai Pulih:
Bisa tetap merasa aman dalam hubungan meski ada risiko rasa sakit
Dapat memberi kesempatan kepada orang lain walau ada keraguan
Berani menunjukkan kerentanan dan komunikasi terbuka
Tidak selalu membutuhkan bukti eksternal untuk percaya
Rasa percaya diri meningkat; tidak tergantung sepenuhnya pada orang lain
Kenapa Trust Issue Bisa Terjadi?
Beberapa penyebab umum trust issue:
Pengkhianatan atau ketidakjujuran dalam hubungan dekat (pasangan, keluarga, teman)
Pengalaman pelecehan emosional, fisik, atau pengabaian
Trauma masa lalu yang tidak diproses dengan baik
Pola asuh di mana kepercayaan sering dilanggar atau tidak dihargai
Rasa malu, kecewa, atau rasa takut akan pengulangan luka
Dampak Trust Issue Bila Tidak Diatasi?
Jika trust issue dibiarkan tanpa penyembuhan, bisa mengakibatkan:
Hubungan interpersonal yang dangkal atau bermasalah
Kesulitan membentuk kedekatan atau intimasi
Overthinking, kecemasan, stres yang terus-menerus
Menarik diri dari orang lain (isolasi emosional)
Pengalaman hidup sehari-hari menjadi penuh rasa curiga dan ketidaknyamanan
Cara Menyembuhkan Trust Issue
Berikut langkah-langkah yang bisa dicoba untuk mulai pulih dari trust issue:
Akui dan sadari rasa takutmu, Biarkan diri sendiri mengenali bahwa kamu memiliki trust issue. Jangan menyalahkan diri sendiri; rasa percaya itu pernah rusak, dan wajar kalau kamu anggap risiko.
Kenali penyebabnya, Refleksikan: pengalaman apa yang membuatmu kehilangan kepercayaan? Apakah secara spesifik seseorang, situasi, atau pola yang terus berulang?
Pelajari pola pikir yang muncul, Misalnya pikiran seperti “semua orang akan mengecewakanku” atau “jika aku tidak waspada, aku akan terluka.” Coba uji kebenaran pikiran itu—apakah selalu terjadi?
Lepaskan kontrol berlebihan, Rasa ingin mengontrol segala hal agar aman bisa membuat kepercayaan sulit tumbuh. Belajar menerima bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan.
Bangun ulang kepercayaan secara bertahap, Mulai dari orang-orang yang sudah terbukti konsisten dan peduli. Berikan kesempatan kecil dalam hubungan untuk menunjukkan bahwa kamu bisa percaya lagi.
Komunikasi terbuka, Jika memungkinkan, ungkapkan pada orang terdekat bagaimana perasaanmu. Katakan apa yang kamu butuhkan agar merasa aman (kejujuran, kepastian, ruang).
Terapi atau pendampingan professional, Bila trust issue sangat kuat dan sudah mengganggu hidup, dukungan psikolog bisa sangat membantu. Terapi kognitif-perilaku atau terapi trauma sering digunakan untuk bekerja dengan luka lama dan pola berpikir negatif.
Fokus pada pertumbuhan diri, Kegiatan yang meningkatkan self-worth seperti hobi, meditasi, jurnal, olahraga, atau mengembangkan keahlian baru dapat membantu memperkuat rasa percaya pada diri sendiri.
Kesimpulan
Trust issue bukanlah akhir dari kemampuanmu untuk mempercayai. Melainkan sebuah tantangan yang menuntut keberanian, untuk mengakui luka, belajar dari masa lalu, dan memilih untuk membuka kembali kemungkinan percaya. Ketika kamu memberi waktu, kasih sayang pada diri sendiri, dan dukungan yang tepat, perlahan-lahan rasa curiga itu bisa berubah menjadi hubungan yang lebih sehat dengan dirimu sendiri dan orang lain.
Oleh: Sabrina Salsabila Putri



Komentar