top of page

Menghadapi Trust Issue: Menyembuhkan Diri Setelah Pengkhianatan

Setiap orang bisa mengalami trust issue, rasa sulit untuk percaya kembali setelah dikecewakan, dikhianati, atau memiliki luka emosional lainnya. Pengalaman-pengalaman ini dapat membekas sangat lama, mempengaruhi bagaimana kita berhubungan dengan diri sendiri maupun dengan orang lain. Menyembuhkan trust issue bukan proses yang mudah, tetapi sangat mungkin dilakukan dengan langkah-langkah yang sadar dan penuh empati terhadap diri sendiri.


Apa itu trust issue?

Trust issue (masalah kepercayaan) adalah kondisi ketika seseorang kesulitan mempercayai orang lain (atau kadang dirinya sendiri) karena luka atau pengalaman masa lalu. Ini bisa muncul dalam berbagai bentuk:

  • Kesulitan membuka hati dalam hubungan pribadi

  • Selalu curiga atau overthinking terhadap tindakan orang lain

  • Menghindari kedekatan emosional agar tidak mudah terluka

  • Kesulitan mempercayai pemberi janji untuk tetap konsisten

Trust issue bukan karena kelemahan, melainkan respon adaptif terhadap rasa sakit atau trauma yang belum sepenuhnya diatasi.


Tanda Ketika Trust Issue Mulai Mengganggu

Tanda Belum Pulih:

  • Selalu merasa curiga, yakin orang akan mengkhianati suatu saat nanti

  • Sangat mudah tersakiti kecil atau remeh

  • Sulit percaya bahwa orang punya niat baik

  • Mencari jaminan atau bukti terus-menerus

  • Menjaga jarak emosional bahkan dengan orang- orang yang peduli

Tanda Mulai Pulih:

  • Bisa tetap merasa aman dalam hubungan meski ada risiko rasa sakit

  • Dapat memberi kesempatan kepada orang lain walau ada keraguan

  • Berani menunjukkan kerentanan dan komunikasi terbuka

  • Tidak selalu membutuhkan bukti eksternal untuk percaya

  • Rasa percaya diri meningkat; tidak tergantung sepenuhnya pada orang lain


Kenapa Trust Issue Bisa Terjadi?

Beberapa penyebab umum trust issue:

  • Pengkhianatan atau ketidakjujuran dalam hubungan dekat (pasangan, keluarga, teman)

  • Pengalaman pelecehan emosional, fisik, atau pengabaian

  • Trauma masa lalu yang tidak diproses dengan baik

  • Pola asuh di mana kepercayaan sering dilanggar atau tidak dihargai

  • Rasa malu, kecewa, atau rasa takut akan pengulangan luka


Dampak Trust Issue Bila Tidak Diatasi?

Jika trust issue dibiarkan tanpa penyembuhan, bisa mengakibatkan:

  • Hubungan interpersonal yang dangkal atau bermasalah

  • Kesulitan membentuk kedekatan atau intimasi

  • Overthinking, kecemasan, stres yang terus-menerus

  • Menarik diri dari orang lain (isolasi emosional)

  • Pengalaman hidup sehari-hari menjadi penuh rasa curiga dan ketidaknyamanan


Cara Menyembuhkan Trust Issue 

Berikut langkah-langkah yang bisa dicoba untuk mulai pulih dari trust issue:

  1. Akui dan sadari rasa takutmu, Biarkan diri sendiri mengenali bahwa kamu memiliki trust issue. Jangan menyalahkan diri sendiri; rasa percaya itu pernah rusak, dan wajar kalau kamu anggap risiko.

  2. Kenali penyebabnya, Refleksikan: pengalaman apa yang membuatmu kehilangan kepercayaan? Apakah secara spesifik seseorang, situasi, atau pola yang terus berulang?

  3. Pelajari pola pikir yang muncul, Misalnya pikiran seperti “semua orang akan mengecewakanku” atau “jika aku tidak waspada, aku akan terluka.” Coba uji kebenaran pikiran itu—apakah selalu terjadi?

  4. Lepaskan kontrol berlebihan, Rasa ingin mengontrol segala hal agar aman bisa membuat kepercayaan sulit tumbuh. Belajar menerima bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan.

  5. Bangun ulang kepercayaan secara bertahap, Mulai dari orang-orang yang sudah terbukti konsisten dan peduli. Berikan kesempatan kecil dalam hubungan untuk menunjukkan bahwa kamu bisa percaya lagi.

  6. Komunikasi terbuka, Jika memungkinkan, ungkapkan pada orang terdekat bagaimana perasaanmu. Katakan apa yang kamu butuhkan agar merasa aman (kejujuran, kepastian, ruang).

  7. Terapi atau pendampingan professional, Bila trust issue sangat kuat dan sudah mengganggu hidup, dukungan psikolog bisa sangat membantu. Terapi kognitif-perilaku atau terapi trauma sering digunakan untuk bekerja dengan luka lama dan pola berpikir negatif.

  8. Fokus pada pertumbuhan diri, Kegiatan yang meningkatkan self-worth seperti hobi, meditasi, jurnal, olahraga, atau mengembangkan keahlian baru dapat membantu memperkuat rasa percaya pada diri sendiri.


Kesimpulan

Trust issue bukanlah akhir dari kemampuanmu untuk mempercayai. Melainkan sebuah tantangan yang menuntut keberanian, untuk mengakui luka, belajar dari masa lalu, dan memilih untuk membuka kembali kemungkinan percaya. Ketika kamu memberi waktu, kasih sayang pada diri sendiri, dan dukungan yang tepat, perlahan-lahan rasa curiga itu bisa berubah menjadi hubungan yang lebih sehat dengan dirimu sendiri dan orang lain.


Oleh: Sabrina Salsabila Putri



 
 
 

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bottom of page