Search

Pendidikan Inklusi? Apa Sih Itu?


Pada hari Senin, 15 April 2019, tim Psikolog Anak dari Anahata Bandung diberikan kesempatan oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung untuk berbagi ilmu. Kegiatan ini dilaksanakan di aula SD Istiqamah Bandung, dalam rangka bimbingan teknis evaluasi penyelenggaraan pendidikan inklusi. Para peserta adalah guru-guru dari 64 PAUD yang terdaftar sebagai penyelenggara pendidikan inklusi di Kota Bandung.

Kegiatannya seru. Para peserta bukan hanya diam mendengarkan, tapi cukup berpartisipasi aktif menjawab, sehingga terjadinya diskusi terkait PAUD inklusi, karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan pendampingannya.

UU Perlindungan Anak No.35 Tahun 2014 pasal 9, menyatakan bahwa setiap anak berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan dirinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan bakat dan minat. Oleh karena itu pendidikan inklusi memfasilitiasi pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus untuk mendapakan kesempatan yang sama dalam hal pembelajaran dan pengasuhan. Karena pada dasarnya, pendidikan inklusi adalah pendidikan yang memberikan kesamaan pelayanan kepada semua anak. Artinya, anak yang berkebutuhan khusus dan yang tidak, dapat belajar bersama. Hanya saja, ABK menggunakan kurikulum yang disesuaikan dengan kemampuannya.

ABK ini banyak jenisnya. Yang dibahas oleh tim Psikolog Anak dari Anahata Bandung adalah jenis ABK yang berkaitan dengan gangguan perkembangan. Yaitu kelompok gangguan yang permasalahannya teramati pada periode perkembangan. Apa saja itu?

Keterlambatan Berpikir

Gangguan dalam perkembangan pola pikir dan kemampuan dalam pembentukkan konsep, sosialisasi, dan berpikir praktis (respon pada situasi sehari-hari).

Karakteristik :

  • Keterbatasan dalam fungsi kecerdasan, termasuk dalam logika, pemecahan masalah, merencanakan, daya bayang, penilaian, belajar akademik, belajar dari pengalaman. Dapat dipastikan dengan melakukan pemeriksaan secara medis, observasi perkembangan dan pemeriksaan individual (tes IQ).

  • Keterbatasan dalam adaptasi yang menyebabkan kesulitan dalam penyesuaian diri di lingkungan dan tanggungjawab sosial. Dapat berkembang menjadi masalah dalam komunikasi, partisipasi sosial, kemandirian, keluwesan dalam adaptasi (baik di rumah, sekolah ataupun lingkungan).

  • Kemunculan keterbatasan dari kemampuan berpikir dan adaptasi terjadi pada saat periode perkembangan mulai proses kehamilan sampai perkembangan anak.

Macam-macam gangguan keterlambatan berpikir :

Retardasi Mental

Down Syndrom (Sindroma Down)

Slow Lerner (Lambat dalam Belajar)

Global Delay Development (Keterlambatan dalam fungsi perkembangan secara menyeluruh)

Gangguan Perkembangan Pervasive

Gangguan yang lama dan berat pada beberapa area perkembangan, seperti interaksi sosial, komunikasi dengan orang lain, perilaku sehari-hari, kesukaan,dan aktivitas khas.

Ciri-cirinya :

  • Gangguan perkembangan sudah nampak sebelum usia 3 tahun

Gangguan Utama meliputi:

Komunikasi (Gangguan perkembangan bahasa)

  • Terlambat Bicara

  • Tidak Ada Usaha Untuk Membangun Komunikasi

  • Tidak Mau Memulai Komunikasi

  • Bahasa Aneh(planet), Echolalia

  • Kurang Bisa Main Dan Kurang Variasi

Interaksi (Ketidakmampuan berinteraksi dan bersosialisasi)

  • Kontak mata minim

  • Kurang bisa menjalin hubungan sosial dgn teman sebaya

  • Tidak bisa membaca emosi orang

  • Tidak mencari teman

  • Tidak bisa kerjasama

Perilaku (Pola-pola perilaku yang khusus (repertitif dan stereotip))

  • Minat terbatas, diulang-ulang, atau steriotipe

  • Berjam-jam melakukan hal-hal konyol, tidak bertujuan

  • Lekat pada satu kegiatan rutinitas

  • Gerakan motorik aneh, plaffing

  • Preoccupation pd bagian2 benda yang tdk penting

Gangguan sekunder:

1. Emosi tidak wajar, tantrum

2. Gangguan sensoris: gigit2, cium2

Macam-macam gangguan perkembangan pervasive :

1. ASD (Autism Spectrum Disorder)

2. Rett’s (hanya terjadi pada anak perempuan muncul setelah usia 6 bulan)

3. Disintegratif masa kanak-kanak (terjadi kemunduran pada usia 3 tahun)

4.Asperger (bicara tidak terganggu, ada 3 gangguan autis yang Nampak sebagai gejala)

5. PDD-Nos (gangguan tidak sebanyak autis)

  1. ADHD (GPPH – Gangguan Pemusatan Perhatian disertai Hiperaktif)

INNATENTION IMPLUSIF HIPERAKTIF

Perhatian mudah teralih Sulit menunggu. Banyak gerak (tangan/kaki)

Sering kehilangan barang/pelupa. Cepat berespon. Banyak bicara

Ceroboh/tidak teliti. Sering interupsi. Bergerak tanpa tujuan

Menghindari tugas yang Menjawab sebelum dipikir.Tidak bisa duduk lama

membutuhkan usaha lebih Kontrol gerakan kurang

Fokus hanya pada hal-hal yang disukai Energi besar dan selalu

Sulit mengatur tugas/skala prioritas siaga

Gagal fokus Tidak bisa bermain dengan

Jarang menyimak saat diajak bicara tenang

Macam-macam gangguan pemusatan perhatian :

  • ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder)

Gangguan pemusatan perhatian dengan hiperaktif

Cirinya : inattention + impulsif + hiperaktif

  • ADD (Attention Defisit Disorder)

Gangguan pemusatan perhatian tanpa hiperaktif

Cirinya : inattention + impulsif

Gangguan Motorik/Gerak

Gerakan yang tiba-tiba, berulang-ulang, tidak berirama, gerakan yang setipe dari tubuh maupun dalam berbicara atau vocal (mengeluarkan bunyi-bunyi tertentu secara berulang-ulang).

Macam-macam gangguan motorik/gerak :

  • Sederhana :

Contoh gerakan :

  • mengedipkan mata

  • mengerutkan hidung

  • menenggangkan leher

  • mengangkat bahu

  • gerakan wajah

  • ketegangan di perut

Contoh vocal :

  • membersihkan tenggorokan

  • menggerutu

  • mengendus

  • membersihkan hidung

  • Kompleks

Contoh gerakan :

  • gerakan tangan (mengibas-ngibaskan tangan)

  • melompat

  • menyentuh

  • menekan

  • berulang kali mencium benda atau sesuatu

  • scout jump

  • memutar saat berjalan

  • memegang satu atau beberapa anggota tubuh (misalnya leher atau bahu saat terjadi ketegangan atau kecemasan)

Sebenarnya masih banyak macam ABK lainnya. Tapi nanti dibahas di lain kesempatan yaa J

Kembali ke penyelenggaraan pendidikan inklusi. Untuk menyelenggarakan pendidikan inklusi, tidak seperti sekolah biasa. Di sekolah-sekolah inklusi, ada tenaga ahli khusus yang sangat diperlukan kehadirannya, yaitu guru pendamping, orthopedagog dan tenaga medis (psikolog atau dokter anak). Apa tugasnya?

  • Psikolog

Bekerjasama dengan orthopaedagog dan pimpinan melaksanakan supervisi baik siswa reguler maupun siswa berkebutuhan khusus. Psikolog bertanggung jawab mengenai perkembangan semua siswa dari mulai penerimaan siswa observasi dan psikotest (bersama orthopaedagog), penerimaan guru/psikotest dan menangani permaslaahan insidental disekolah.

  • Orthopedagog

Bekerjasama dengan psikolog dan bertanggung jawab merencanakan program supervisi akademik siswa berkebutuhan khusus dengan pendekatan yang tepat serta menindak lanjutinya untuk peningkatan profesionalisme ke inklusian yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan visi dan misi sekolah..

  • Guru Pendamping

Guru yang bertugas mendampingi anak berkebutuhan khusus dalam proses belajar mengajar di kelas reguler yang pernah mendapatkan pelatihan tentang penyelenggaraan sekolah inklusi. Merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program pengajaran individu (PPI) siswa berkebutuhan khusus yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan visi dan misi sekolah .

Apa sih PPI itu?

Kita bahas nanti yaaa

See you!

#sleepanxiety #Help

158 views0 comments